← Kembali
zone

Kenapa Saya Masih Main Game di Tengah Kesibukan

Bukan soal escapism. Bukan soal buang waktu. Ada alasan yang lebih dalam kenapa gaming tetap jadi bagian dari hari-hari saya.

Hilmi Abthahey · · 3 menit baca

Ada momen di mana seseorang dengan ekspresi heran bilang ke saya: “Kamu masih sempat main game?”

Dan saya jawab dengan jujur: iya. Cukup sering, malah.

Bukan karena saya punya banyak waktu luang. Tapi karena saya sudah lama berhenti menganggap gaming sebagai “buang waktu” yang harus dipertanggungjawabkan.

Gaming bukan escapism buat saya

Ada anggapan bahwa orang main game untuk lari dari realita. Mungkin ada benarnya untuk sebagian orang. Tapi buat saya, gaming lebih ke arah lain.

Game yang saya nikmati biasanya yang punya sistem kompleks, narasi yang dipikirkan matang, atau level design yang menantang nalar. Itu bukan pelarian — itu stimulasi yang berbeda dari stimulasi kerja.

Otak saya tetap aktif, hanya dalam mode yang berbeda.

Ada sesuatu soal “state of flow”

Pernah masuk ke state di mana kamu begitu fokus sampai lupa waktu? Di psikologi itu disebut flow state.

Saya paling mudah masuk ke state itu waktu gaming. Dan anehnya, setelah sesi gaming yang intens, saya sering keluar dengan pikiran yang lebih jernih untuk kerjaan berikutnya.

Bukan karena gamingnya sendiri yang membersihkan pikiran — tapi karena otak perlu istirahat aktif, bukan istirahat pasif.

Beberapa game yang lagi saya mainkan

Sekarang saya lagi rotasi antara beberapa game:

Untuk yang butuh fokus tinggi — biasanya saya pilih game dengan sistem yang dalam. Sekarang sedang eksplor beberapa judul strategy dan RPG yang butuh keputusan thoughtful.

Untuk yang butuh sesuatu santai — ada beberapa indie game dengan vibes yang lebih chill. Perfect untuk malam hari atau saat butuh wind down.

Untuk multiplayer — sesekali main bareng teman. Ini lebih ke soal sosial daripada gamenya sendiri.

Bukan tentang jumlah jam

Yang paling sering salah kaprah adalah metrik “berapa jam main game per hari”.

Buat saya, ini soal kualitas sesi, bukan kuantitas. Sejam gaming yang intentional jauh lebih worthwhile dari tiga jam scrolling tanpa tujuan.


Abthahey Zone lahir dari keyakinan ini: bahwa gaming dan konten santai bukan sesuatu yang perlu dimaafkan atau dijelaskan panjang lebar.

Ini bagian dari saya. Dan saya akan terus nulis dan share soal itu di sini.